Foto: Hakim Ghani/detik.com

GARUT  – Perajin di sentral kerajinan kulit Sukaregang Garut kebanjiran tawaran kulit saat Hari Raya Idul Adha. Banyak warga yang menjual kulit hewan kurban setelah disembelih.

“Iya sejak kemarin mereka datang ke sini untuk menjual kulit hewan kurban. Tiap orang ada yang bawa 3 sampai 5 lembar kulit,” ungkap salah seorang pengelola pabrik kulit Dodi Gustari (40) kepada detikcom di Jalan Sukaregang, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (2/9).

Setiap lembar kulit dihargai Rp 10 hingga 15 ribu. Namun para pengelola pabrik rata-rata hanya menampung warga yang menjual kulit sapi.

“Karena kualitasnya bagus kulit sapi untuk dijadikan kerajinan. Terutama jenis sapi jawa,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) Garut Sukandar menjelaskan dalam dua hari ini, sekitar 5.000 lembar kulit telah tertampung di sejumlah pabrik pengolahan kulit di wilayah Sukaregang.

“Kebanyakan kulit sapi. Baik jenis sapi jawa maupun sapi kupang. Tapi yang paling bagus kualitasnya adalah kulit sapi jawa,” ungkap Sukandar di tempat yang sama.

Sukandar menambahkan jumlah tersebut meningkat dari tahun kemarin. Peningkatannya mencapai 30 persen. “Mungkin karena sekarang warga lebih memilih sapi untuk kurban, jadi otomatis sapinya lebih banyak,” pungkasnya.

(detik.com)

http://gerbanglingga.com/wp-content/uploads/2017/09/kulit-sapi.jpghttp://gerbanglingga.com/wp-content/uploads/2017/09/kulit-sapi-150x150.jpgadminHEADLINENasionalGARUT  - Perajin di sentral kerajinan kulit Sukaregang Garut kebanjiran tawaran kulit saat Hari Raya Idul Adha. Banyak warga yang menjual kulit hewan kurban setelah disembelih. 'Iya sejak kemarin mereka datang ke sini untuk menjual kulit hewan kurban. Tiap orang ada yang bawa 3 sampai 5 lembar kulit,' ungkap salah...Akurat dan Terkini