Kampung tua Segeram (Foto: Batamnews.co.id)

Gerbang Lingga

 

NATUNA, Gerbanglingga.com – Asa warga Segeram kembali menyingsing. Prajurit TNI membuka akses jalan sepanjang 5 kilometer ke kampung mereka melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2017.

Kampung tua ini nampak lama terisolasi. Bahkan perlahan, warganya mulai berkurang. Segeram merupakan sebuah kampung di pesisir Pulau Bunguran Besar, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.

Daerah ini masuk Kelurahan Sedanau (pulau di sebelahnya), Kecamatan Bunguran Barat. Mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. Dari dulu hingga sekarang warga menggunakan pompong (perahu) untuk berpergian ke daerah lain.

Kendati kampung ini berada satu daratan di pulau utama (Bunguran) Kabupaten Natuna, isolasi membuat mereka tidak berkutik. Jalur darat hanya berupa jalan setapak.

Batamnews.co.id berkesempatan ikut meninjau lokasi ini bersama para prajurit TNI yang tengah bekerja membuka akses jalan.

Melaju dengan Sea Rider sekitar 55 menit dari Pelabuhan Binjai, akhirnya kampung segeram terjamah. Sementara jika menggunakan perahu kayu bermesin, bisa-bisa memakan waktu hingga dua jam lebih.

Sungai Segeram terlihat tenang. Pohon bakau berada di kiri dan kanan pandangan. Airnya keruh, sungai payau berwana kecoklatan itu, konon dikatakan warga dihuni buaya muara.  Warga lebih memilih membuat sumur masing-masing di rumah mereka.

Berikut beberapa catatan yang berhasil dikumpulkan batamnews.co.id tentang Segeram.

Kuburan Batu Karang dan Benteng Sungai Tok Kaya

Muchtar Hadi,  salah seorang guru di SD 015 Segeram mengatakan daerah ini punya kaitan sejarah dengan kerajaan melayu di Malaysia. Pria 45 tahun asal Sedanau, yang sudah 10 tahun mengabdi menjadi guru di tempat itu ternyata tahu banyak hal.

“Di sini banyak kuburan-kuburan lama. Cuma kita nggak tahu asal muasalnya. Beberapa titik lokasi kuburan yang nisannya dari Batu Karang yang diukir. Belum ada penelitian, baru Dinas Pariwisata yang ngambil-ngambil foto belum lama ini,” ungkapnya.

Konon, Segeram lebih banyak kuburan dari warganya. Muchtar mengakui hal itu tak terlepas dari perjalanan sejarah Demang Megat Dina Mahkota sebagai tokoh kerajaan Melayu di Malaysia. Bukti sejarah lainnya adalah sebuah benteng bersusun di Sungai Tok Kaya.

“Beberapa warga sini juga ada yang menemukan barang antik piring bergambar relief ikan mas dan anggrek. Dua piring itu dihargai kolektor dari Batam seharga Rp.26 juta. Segeram ini daerah tua,” ujar Muchtar

Hanya Tersisa 33 KK

Segeram dulunya cukup ramai dihuni. Pada tahun 1960-an, Muchtar Hadi menyebut Segeram sekitar 300-an KK. Namun berkurang menjadi 100-an KK di era tahun 1980-an. Kini Segeram hanya dihuni 33 KK, sekitar 100 orang.

Harus Dibangun SMP Satu Atap

Sebagai guru SD, Warga Segeram menurut Muchtar banyak yang hengkang. “Di sini dulu kan tak ada sekolah. Sekarang pun cuma SD ini. Harusnya dibangun SMP satu atap,” ujarnya.

“Jadi di sini, kalau anaknya mau sekolah ke Sedanau atau Desa kelarik, biasanya mereka memilih pindah. Daripada bolak-balik naik perahu yang jaraknya jauh,” ungkap dia.

Sekolah dan Tenaga Pendidik Yang Memprihatinkan

Sekolah di kampung ini cukup memprihatinkan. Sepinya murid membuat guru-guru pun menjadi kurang bergairah. Kendati ada juga yang nampak terus berjuang.

“Ya guru-guru tidak kerasan tinggal. Ada yang datang sekali-sekali saja. Di sini cuma ada 10 tenaga yakni 1 penjaga sekolah dan 1 teknisi, guru ada 8 orang. Dari delapan ini yang PNS ada 3 orang,” ujar Muchtar Hadi.

Dari enam kelas yang ada, siswa mereka hanya berkisar 2 atau 3 orang. “Nggak pernah lebih dari 5 siswa. Pernah untuk kelas tertentu kosong nggak ada siswanya. Warga perlahan mulai pindah,” ungkapnya.

Proyek Gagal Listrik Tenaga Surya 

Ketua RW 07 Kampung Segeram, Sumiati menuturkan, pihak pemerintah pusat melalui kementerian terkait sebelumnya memberikan bantuan berupa PLTS untuk kebutuhan warga. Namun hanya berfungsi beberapa bulan.

“PLTS nya di kampung ini cuma hidup 6 bulan. Sekarang nggak tahu kenapa rusaknya. Ini bantuan 2016,” ujar Sumiati.

Kini warga hanya mengandalkan panel surya khusus di masing-masing rumah yang berfungsi untuk menghidupkan lampu saja. Namun warga masih bersyukur karena dulunya tidak ada listrik. Selain listrik sinyal seluler juga kerap menjadi kendala. Namun jangan harap bisa internetan di lokasi ini.

Warga Berharap Kembali Ramai

“Alhamdulillah, akses jalan dibuka menuju Desa Kelarik. Saya udah terbuka jalan saja, udah merasa Segeram ini seperti Tanjungpinang (ibukota Provinsi Kepri),” ujar M. Sidik, warga Segeram.

Ia merasa optimis dengan adanya akses jalan ke Segeram ini, perekonomian warga menjadi lebih meningkat, pasalnya akan lebih mudah mobilitas pengangkutan produk hasil laut dan kebun mereka.

“Ya kalau nunggu pemerintah daerah, entah kapan. Paling pejabat datang ke sini pas Safari Ramadan saja,” ujar M. Sidik.

Program TMMD 2017 melibatkan 150 personel TNI bersama rakyat. Selain membuka jalan sejauh 5 kilometer lebih, Dandim 0318 Natuna Letkol Inf Ucu Yustiana mengatakan pihaknya juga membangun infrastruktur seperti toilet di sekolah dan rumah warga.

“Kita ini sifatnya manunggal bersama rakyat. Kendala kami paling soal akses pengangkutan material. Tapi itu tidak alasan. Kami target harus bisa rampung sesuai rencana,” tegasnya.

Sumber berita : Batamnews.co.id

http://gerbanglingga.com/wp-content/uploads/2017/04/98CYMERA_20170402_154009.jpghttp://gerbanglingga.com/wp-content/uploads/2017/04/98CYMERA_20170402_154009-150x150.jpgadminHEADLINEKEPRINatunaKampung tua Segeram (Foto: Batamnews.co.id)   NATUNA, Gerbanglingga.com - Asa warga Segeram kembali menyingsing. Prajurit TNI membuka akses jalan sepanjang 5 kilometer ke kampung mereka melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2017. Kampung tua ini nampak lama terisolasi. Bahkan perlahan, warganya mulai berkurang. Segeram merupakan sebuah kampung di pesisir Pulau Bunguran Besar,...Akurat dan Terkini
Pemkab Lingga